Wahai hujan!

Wahai hujan
Kamu menceritakan kepada ku keromantisan ketika kamu menyapa bumi

Kamu menceritakan kepadaku betapa lelah kamu menjatuhkan bulirmu hanya demi memeluk kerinduan yg tdk dapat langit lakukan

Kamu tertawa riang dan sangat riang
Riuhmu mengalahkan gemericik air sungai di seberang

Aku menatapmu
Lamat-lamat
Punggung yg berlalu

Segalanya terdiam
Tapi kamu masih terus menyampaikan kerinduan

Aku kembali lagi menatapmu
Melihatmu menjawab tugas dari langit
Rindu langit akan bumi terjawab
Aku tersenyum

Malang, 14 April 2016

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s