Hai

Hai.. masi ingat… 2 pasang mata yg menatap kaki langit.. jingga hadir disana… dan 2 pasang kaki masi terus melangkah.. senda gurau menyibak keramaian.

Hai.. masi ingat… tangan yg masih menengadah… ternyata hanya sedikit gerimis, geremis yg turun menyapa tanah.. masi ingat duduk tanpa suara hanya karena suatu hal.

Hai.. masi ingat.. derap langkah yg punya cerita.. yg menari-nari anggun.. melangkah kearah sana… lantas terduduk di tempat itu.. berhenti sejenak lantas kembali mencari dan setelah apa yg dicari hadir… terlelaplah diantara keramaian

Hai.. masih ingat.. ketika angin sibuk menari dg anggun.. ketika ikan sombong dg gaya berenangnya.. ketika ayam bekisar sibuk bernyanyi… ada yg sibuk menikmatiny… menikmati siang sejenak..

Hai masih ingat… ketika hujan sadis menghujam tanah.. malah ada yg sedang duduk santai.. mencicip sedikit santap lezat lantas terbahak

Hai masih ingat.. ketika berlalu sudah.. 2 pasang kaki itu masih melangkah, jalanan itu masih sama.. sampai hujan menceritakan segalanya.. sampai pohon itu habis menggugurkan daunnya.. sampai mata air berakhir kering.. satu pasang kaki akan tetap duduk berayun.. menikmati senja dengan riang.. sampai………………………..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s