cerita

seperti biasa, coretanku kembali muncul, ditengah hujan yang menjadi selimut terbaik sore ini. ah.. rerintiknya yang mengagumkan, bau tanah yang menyenangkan serta sedikit dingin seperti menyejukkan sore ini. langit pun masih tak sesigap biasanya. masih ada hitam yang menggulung menggantung disana, mungkin memng sudah sore.

tapi kali ini aku akan menjadi pencerita untuk diriku sendiri, menceritakan satu hal yang bagiku aku anggap menyenangkan, dan menggembirkaan bagiku, tidak untuk orang lain. aku egois ya? iya aku memang sangat egois.

adakah yang tahu, sebenarnya arti semua itu? dedaunan yang jatuh yang sering kusebut dalam tulisanku, jalan kecil itu, langit sore itu, tempat itu. aku mungkin berulang kali menulisnya, tapi hanya aku sendiri yang tahu, tapi hanya aku sendiri yang paham. tidak ada orang lain yang tahu.

sempat aku mengingatnya. kemarin aku jelas-jelas mengingatnya, dedaunan yang jatuh, jalan itu, sore itu, dan tempat itu. aku mengingatnya dengan jelas. mungkin tidak ada yang spesial. tapi berbeda, sekarang itu semua aku rindukan benar-benar aku rindukan. sekarang itu semua sudah terlalu jauh. bodoh ketika aku merindukan hal itu, jalan yang sudah tak searah, langkah yang sekarang tak pernah berdampingan.. aku ga pernah tahu, aku gak pernah menyangka sebelumnya

ah aku rindu tentang waktu itu, entahlah. aku mungkin orang yang egois, memaksakan semua kehendakku. aku orang yang bebal dengan tingkah kekanak-kanakanku. tapi benar aku gak pernah mau sekali lagi kehilangan orang itu. orang yang jadi penguat untukku, yang pernah sekian lama selalu buat aku lupa dengan bebanku. buat aku melupakan semua penatku. ketika dengan orang itu aku bisa lupa dengan baik semuanya, semuanya seolah-olah tanpa beban, semuanya seolah-olah lenyap. itu benar aku rasakan. sekarang yang aku rasakan aku membawa bebanku sendiri, orang itu sekarang gak ada lagi, orang itu raganya ada tapi dirinya yang dulu aku kenal gak ada, aku gak kenal sosoknya yang sekarang. bagiku dia terlalu asing. orang asing, seperti orang yang baru aku kenal, padahal aku mengenalnya sudah beberapa tahun yang lalu. ah entahlah aku sekarang gak mengenal siapa dia, apakah dia teman yang dulu aku kenal, teman yang dulu selalu bisa ngilangin dengan cepat semua bebanku, teman yang dulu selalu bagi semua penat barengan, ah tapi saat ini aku jalan sendirian, bawa beban sendirian, gak ada temanku cerita, gak ada temanku berbagi saat aku senang, bingung, sedih, susah mikirin tugas.

semoga ini hanya untuk sementara waktu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s