Sederhana, cukup, lebih

Yg sederhana dan cukup aja sudah lebih dr istimewa
knp harus berlebih yg belum nyata garis istimewa dan bahagianya
memang benar naluri seseorg itu ingin selalu lebih, tp syukuri yg ada, dan secara bertahap berusaha untuk mendapat lebihny itu lebih menyenangkan karena semua butuh proses dan proses itu tdk pernah bisa instan

sederhana dan cukup itu kata yang sering aku ceritakan, itu kata yang kiranya selalu berkutbah dan berada erat di dekapan, kenapa demikian? ini adalah buah sebuah didikan keluarga kecilku. yang dengan piawainya menekankan, “cukup dan sederhana disitulah kamu akan bersyukur.” bersyukur dengan segala hal yang cukup dan sederhana. karena apa? cukup dan sederhana itu istimewa bahkan sangat istimewa. banyak yang damai, banyak yg bahagia banyak yang penuh rasa syukur hanya karena dua kata, cukup dan sederhana.

“aku cukup”

“aku sederhana”

tapi disisi lain dunia menekan dengan pasti dan berkata, “kamu jangan demikian! buatlah sebuah proses untuk mendapat yang lebih. kamu bisa mendapatkan lebih karena sebuah proses panjangmu. kamu bisa lebih karena segenap usahamu.”

kemudian disisi lain aku merenung, dan kembali bercerita pada waktu, “cukuplah aku demikian, tapi disisi lain aku ingin hal yang lebih. tapi?”

waktu menjawab lembut, “tapi aku tak ada daya, tapi aku… tapi aku… dan tapi aku lainnya bukan?”

aku kembali menatap lamat-lamat waktu, “iya! ada banyak tapi-tapi lainnya.”

waktu terdiam menatap kosong. tiba-tiba dia menepuk pundakku dan berkata, “lihat itu!” (menunjuk langit)

ada induk burung yang terbang melesat cepat membawa sesuatu di paruhnya, sesegera mungkin sampai dipohon ujung jalan itu. tak berapa lama, terdengar ramailah pohon itu, suara bersahutan, terlihat bahagia sekali.

waktu kembali menatapku, “itu yang aku maksud, cukup dan sederhan adalah caramu bersyukur. seperti burung itu, mungkin burung itu cukup dengan makanan yang dimakannya sendiri dan dia sudah seharusnya bersyukur, tapi disisi lain dia punya anak-anak yang harus dia beri makan untuk tumbh besar dan bisa terbang melintas cakrawala seperti dirinya, maka dia harus bisa mendapat lebih untuk dapat berkata cukup. karena ingat cukup dan sederhana adalah wadah untuk bersyukur, dan bersyukur itu dapat diwujudkan dengan tindakan positif untuk mendapatkan yang lebih. bukankah demikian?”

“sama seperti burung itu jawabku singkat”

waktu tersenyum dan berlalu meninggalkanku yang sibuk mendengar keramian pohon di ujung itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s