Kekuasaan dan Pengaruh

A. Konsep kekuasaan

menurut Max Waber kekuasaan adalah suatu kemungkinan yang membuat seorang aktor di dalam hubungan sosial berada dalam suatu jabatan untuk melaksanakan keinginannya dengan menghilangkan sendiri dan menghilangkan halangan

B. Bentuk dan hasil pengaruh

1. Kendali atas proses pengambilan keputusan (pfeffer & salanick, 1974)

dalam organisasi, ketua menentukan apakah keputusan akan dibuat dan dilaksanakan atau tidak

2. Koalisi (Stevensen, Pearce & Porter, 1985)

kepemimpinan atas dasar sumber kekuasaan politik ditentukan juga atas hak atau kewenangan untuk bekerja sama dengan kelompok lain

3. partisipasi (Preffer, 1981)

pemimpin mengatur partisipasi anggotanya, siapa yang boleh berpartisipasi, dalam bentuk apa tiap anggota berpartisipasi, dan sebagainya.

C. Jenis dan Sumber Kekuasaan

jenis dan sumber kekuasaan dibagi menjadi 3, yaitu:

1. position power

sumber kekuasaan yang dipengaruhi oleh posisi dari seorang pemimpin dalam suatu perusahaan atau lembaga, dalam hal ini position power dibagi menjadi 3, yaitu:

a. legitimate power (kewibawaan formal), kekuasaan yang bersumber pada formalitas yang diberikan oleh suatu organisasi, dimana kebijaksanaan pemimpin tidak dipersoalkan kebenarannya, bawahan terikat pada kedudukan.

b. coersive power, kekuasaan yang timbul karena adanya hak untuk mengontrol, menilai, mengendalikan terhadap tingkah laku bawahan dengan sanksi berupa ancaman, hukum pemecatan, dan lain-lain

c. reward power, kekuasaan yang didapat karena sering memberi hadiah, penghargaan.

d. rational legal authority, suatu kekuasaan untuk memaksakan kepatuhan atas undang-undang. atau perarturan yang berlaku.

2. personal power

sember kekuasaan yang berasal dari diri pribad dari seorang pemimpin. personal power dibagi menjadi 6 yaitu:

a. expert power, kekuasaan yang timbul karena seorang pemimpin memiliki keahlian yang didapatkan dari pengalaman dan pendidikan.

b. referent power, kewibawaan yang muncul karena pemimpin memberikan contoh keteladanan yang positif.

c. information power, kewibawaan seorang muncul karena seorang pemimpin memiliki berbagai informasi yang dibutuhkan oleh bawahannya.

d. connection power, wibawa yang dimiliki seorang pemimpin  karena memiliki banyak hubungan dengan orang lain, terutama orang penting.

e. persuasif power, kewibawaan seorang pemimpin yang timbul akibat atasan mampu memberikan atau melakukan tindakan persuasif kepada bawahannya agar bawahannya semangat bekerja.

f. traditional power, suatu otoritas yang didasarkan atas pewarisan nilai-nilai tradisional pad seseorang.

3. political power

kekuasaan yang timbul karena ada kekuatan politik. political power dibagi menjadi 2, yaitu:

a. decision making, kekuasaan yang dimiliki seorang pemimpin untuk membuat keputusan atau meniadakan keputusan.

b. coalisation, kepemimpinan atas dasar sumber kekuasaan politik ditentukna atas hak atau kewenangan untuk membuat kerjasama dengan kelompok lain

D. politik penanaman pengaruh

politik tidak sama dengan kekuasaan dab pengaruh (influence). ketiganya adalah konsep berbeda dan berdiri sendiri. power atau kekuasaan mengekspresikan kapasitas individu untuk secara sengaja menimbulkan dampak bagi orang lain. pengaruh (influence) adalah kemampuan membuat orang menuruti kehendak seseorang yang memberi pengaruh. politik berdasarkan pada kekuasaan, dan kekuasaan tidak mendistribusikan secara merata dalam suatu organisasi.

politik penanaman pengaruh akan sangat aktif apabila dilakukan melalui komunikasi yang baik. berikut ini beberapa cara penanaman pengaruh yang baik kepada orang lain.

a. rational persuation adalah alasan meyakinkan orang lain dengan menggunakan argumen yang logis dan rasional

b. inspiration appeals tactics: siasat dengan meminta ide atau proposal untuk membangkitkan rasa antusias dan semangat  dari target personal

c. consultation tactics: terjadi ketika kita meminta target  person untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan yang kita agendakan.

d. pressure tactics: terjadi dimana kita mempengaruhi target person dengan peringatan atau ancaman yang menekan

e. legitimizing tactics: adalah satu siasat dimana kita menggunakan otoritas dan kedudukan kita untuk mempengaruhi target personal.

f. personal appleals tactics: terjadi ketika kita berusaha mempengaruhi target person dengan landasan hubungan persahabatan, pertemanan, atau hal yang bersifat personal lainnya

Materi presentasi kelompok 7 dan materi review kelompok 8 ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s